Lantaran tak dikawal petugas Patroli dan Pengawalan (Patwal), mobil dinas (Mobdin) Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail diseruduk pengendara sepeda motor (biker) di pintu gerbang Balaikota, Jl Margonda Raya, Pancoran Mas, kemarin.

Akibat ditabrak dengan kecepatan tinggi oleh biker bernama Aliandri (21) itu, pintu mobil sedan Honda Accord bernomor polisi (Nopol) B 1821 RFV berwarna hitam ini ringsek.

Benturan keras ini juga mengakibatkan Aliandri terjatuh. Biker yang tak membawa satu identitas diri ini mengalami luka cukup serius, di mana hidung dan mulutnya mengelurkan darah segar.

Nur Mahmudi dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Depok, Hardiono yang berada di dalam mobil pun sempat terkejut dengan insiden ini.

Ajudan walikota, Tafie, mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi saat mobil dinas walikota hendak masuk ke halaman kantor Balaikota, setelah walikota menghadiri talk show tentang keberhasilan Pemkot Depok meraih MDG Award 2011 di RRI Program 1, pukul 11.45.

Sebelum masuk ke halaman Balaikota, Tafie telah menghubungi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok melalui Handy Talky (HT) untuk mensterilkan jalanan.

“Memang, Pak Wali tidak dikawal oleh Patwal. Saat itu, mobil dinas yang melintas dari arah terminal hendak masuk ke pintu gerbang Balaikota Depok memutar arah sehingga kendaraan dari Jl Kartini ke Terminal lintasan dikosongkan. Sementara dari arah berlawanan, sudah ada petugas Satpol PP yang berjaga menghadang kendaraan untuk berhenti karena mobil dinas Walikota mau masuk ke halaman Balaikota Depok,” jelas Tafie kepada Monde.

Namun, kata dia, ketika mobil dinas memutar dan hendak masuk ke Balaikota, tiba-tiba terdengar benturan keras dari pintu kiri bagian depan.

“Ternyata benturan keras itu berasal dari sepeda motor yang dikemudikan seorang pemuda dengan kecepatan tinggi nerobos dan menabrak pintu kiri bagian depan mobil dinas. Saat itu, Pak Wali sedang bersama Kadinkes Depok Hardiyono,” ungkapnya.

Tafie mengungkapkan, setelah nabrak mobdin walikota, biker yang mengendarai sepeda motor Honda Beat merah dengan Nopol B 6096 ETT terjatuh dan terluka.

Sejumlah petugas Satpol PP langsung membawa pemuda ini ke sebuah klinik untuk mendapatkan pertolongan pertama. Aliandri terlihat pucat seteklah mengetahui dirinya baru saja menabrak mobdin orang nomor di Kota Depok itu.

Aliandri mengaku terburu-buru mengantarkan buku menuju Terminal Depok. Saking tergesanya, Aliandri lupa membawa KTP dan SIM.

“Saya tidak bawa KTP dan SIM karena memang buru-buru mau mengambil buku di Bogor. Motor yang saya bawa pun punya kakak saya. Bener pak, saya tidak mabuk mungkin karena kecepatan sepeda motor yang saya bawa 70 sampai 80 meter/km jadi hilang kendali. Biasanya saya juga dibonceng sama teman,” akunya.

Sekitar 15 menit kemudian, orang tua Aliandri mendatangi Balaikota untuk menjemput anaknya itu. Setelah dipertemukan dengan Tafie selaku ajudan walikota, Aliandri akhirnya diperbolehkan pulang.

“Kami memberikan nasehat kepada Aliandri supaya hati-hati bila berkendaraan. Kejadian ini musibah tapi juga diharapkan tidak terulang kembali,” simpul Tafie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s